Hadist Perilaku Tercela

  1. Buruk Sangka

حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ ر.ض : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ. وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَاجَشُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.

 Artinya:

“Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah SAW, bersabda, ”Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka sebab buruk sangka itu sedusta-dusta cerita (berita), jangan menyelidiki, jangan memata-matai (mengamati) orang lain, jangan tawar-menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasut-menghasut, jangan benci-membenci, jangan belakang-membelakangi dan jadilah kalian sebagai hamba Allah itu saudara.”

Dari hadis di atas dapat kita ambil suatu kesimpulan yaitu:[1]

  1. Larangan Buruk Sangka

Buruk sangka adalah menyangka seseorang berbuat kejelekan atau menganggap jelek tanpa adanya sebab-sebab yang jelas yang memperkuat sangkanya. Dan perbuatan itu dapat membuat pelakunya mendapat dosa dari Allah SWT. Dan dapat membuat hati seseorang kotor dan itu sangat di sayangkan karena pusat kegiatan seorang ada di hati, jika hati seseorang bersih dari noda dan dosa maka seluruh anggota tubuhnya akan bersih pula. Namun jika hatinya kotor maka tubuhnya akan ikut terkotori karena hati itu yang menyebarkan darah yang mengalir dari jantung ke setiap sendi-sendi dalam tubuh manusia dan bayangkan jika darah itu telah terkotori dengan dosa dan noda.”Akankah tubuh itu akan bersih dan sehat jika dasar dari tubuh itu tidak tidak sehat yaitu Darah.

Buruk sangka itu termasuk perbuatan zalim karna kita telah memberikan perasangka tidak baik pada sesuatu padahal sesuatu/seseorang itu belum tentu buruk karna yang pantas mengadili sesuatu baik atau buruknya hanya-lah Allah semata karna kita manusia sangat banyak kekurangan dalam segala hal dan bagaimana kita mengatakan sesuatu itu buruk sedangkan kita sendiri tidak tau apakah kita sudah termasuk orang yang terbebas dari dosa dan noda serta keburukan dalam hati kita serta hidup kita dalam sehari-hari. Dan Allah juga telah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. (QS. al-Hujarat: 12)

Apalagi kita berperasangka buruk pada masalah-masalah Aqidah yang harus di yakini apa adanya, buruk sangka dalam hal ini adalah haram seperti yang telah Allah gambarkan dalam Aquran surah al-Hujurat di atas bahwasanya Allah sangat melarang hal demikian karena dapat menjerumuskan kita pada perbuatan dosa dan perbuatan dosa itu akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat kelak oleh Allah dan sebaiknya kita berperasangka terhadap masalah-masalah kehidupan agar memiliki semangat untuk menyelidikinya,dan perkara seperti ini di bolehkan karena dapat membawa seseorang pada sesuatu yang bermanfaat bagi hidupnya dan orang lain untuk sumber ilmu yang baru.

Sesungguhnya prasangka buruk terhadap seorang muslim disertai fakta yang benar merupakan kendaraan melalui jalan yang kasar dan aib, serta dapat menjadi wabah kemadlaratan bagi masyarakat Islam. Prasangka buruk bukanlah suatu dosa bila hanya bisikan hati sesaat dalam jiwa manusia.

 

  1. Larangan Menelidiki dan Memata-matai Orang Lain

Larangan memata-matai disini adalah menyeliki atau memata-matai kekurangan seseorang atau aib orang lain, baik dengan pendengaran ataupun sengaja menyelikinya,terutama hal-hal yang tersembunyi yang tidak pantas di ketahui, selain dirinya dan Allah SWT. Cukuplah mengetahui seseorang dari zahir nya saja dan kita tidak usah mencari-cari suatu keburukanya atau sesuatu yang tak tampak darinya biarlah Allah dan orang yang bersangkutan saja yang mengetahui karena kita tidak pantas untuk mengetahuinya dan tidak ada manfaatnya bagi kita. Namun demikian di bolehkan memata-matai seseorang untuk kemaslahatan mayarakat. Misalnya seorang polisi yang sedang bertugas menyelidiki sesuatu untuk mengungkapkan kasus pembunuhan ataupun pencurian.[2]

  1. Larangan Menawar untuk Menjerumuskan orang lain

Larangan menawar disini Adalah  terjadi dalam teransaksi jual beli yaitu menawarkan suatu barang kepada seseorang dengan nilai tinggi sedangkan barang yang di tawarkan itu tidak bagus akan tetapi dengan tipu dayanya orang lain merasa tertarik sehingga mau membeli barang tersebut. Akibatnya orang yang beli barang tersebut merugi karena telah tertipu membeli barang yang tidak bagus dengan harga yang mahal.